Gambar tangga raja-refrensi pihak ke3.
Kiyaisejarahwan - Cerita-cerita masyrakat menjadikan sebuah misteri serta histori, begitu halnya cerita masyarakat lampung khususnya pagar dewa.
Pagar dewa sendiri merupakan tempat yang penuh dengan histori kerajaan tulang bawang lampung.
Namun disini penulis belum mau membahas sejarah kerajaan tersebut. karena diartikel lainya sudah sedikit dikupas. Akan tetapi disini penulis tergugah mengupas tentang julukan "ulun pagar dewou mengan jimou atau orang pagar dewa makan orang".
Eist tapi jangan baper dulu ya... karena ini hanya cerita yang terjadi secara turun temurun namun sudah menjadi julukan masyarakat apabila bertemu dengan orang pagar dewa.
Sejarah singkat kenapa orang pagar dewa dijulukan makan orang;
Dahulu ada sebuah kerajaan yang bernama to-lang po-hang atau disebut tulang bawang, singkat ceritanya sebuah raja bernama Tuan Rio Mangku Bumi memiliki 3 seorang anak, karena disini penulis terfokus menulis julukan tersebut maka penulis akan membahas asal muasal julukan tersebut saja.
Lanjut ceritanya anak tua dari raja tersebut bernama H.pati pejurit hidayahtullah sahabat karib dari sultan banten ingin mempersunting seorang tuan putri dari keratuan balau yang saat ini terletak dikabupaten lampung selatan.
Kebetulan pada saat itu sedang diadakan sayembara untuk mempersunting sang putri, gemuruh kemeriahan sayembara mewarnai keratuan putri balau dengan dihadiri 42 anak raja senusantara kecuali minak pati pejurit.
Hilir mudik prajurit penjaga keratuan yang sedang berlangsungnya hajat besar tersebut terlihatlah dari jauh seorang pemuda yang sedang membakar manusia diway lunik yang terletak dipanjang, sontak kejadian tersebut membuat geger para prajurit dan bertanya-tanya siapakah pemuda tersebut.
Tanpa disadari prajurit, pemuda tersebut merupakan anak raja dari kerajaan tulang bawang yaitu minak pati pejurit.
Setelah para prajurit mencari tau ternyata pemuda tersebut anak seorang raja tulang bawang yang sengaja tidak masuk keruang pesta.
Dari kejadian tersebut sampai saat ini orang pagar dewa dijuluki pagar dewa makan orang, hal tersebut juga dibenarkan oleh Alm. H.assaih akip gelar pangeran tulang bawang dari marga tegamoan, marga tertua megoupak tulang bawang sekaligus penulis sejarah kerajaan tulang bawang lampung pada tahun 1983 diarsipkan di dinas perpustakan provinsi lampung dan arsip negara.
Semasa hidupnya ia Almarhum pernah bercerita asal muasal tersebut benarnya kejadian minak pati pejurit memanggang manusia namun hal tersebut hanya siasat belakangnya saja dalam mempersunting putri balau, sebenarnya yang dimakan seekor rusa yang dipanggang disamping panggangan rusa tersebut.
Berhari-hari pesta berlangsung, berhari hari juga minak pati pejurit melakukan hal tersebut, sehingga hal itu dilaporkan kesang raja keratuan putri balau hingga sontak membuat para tamu undangan terheran dan menjuluki pagar dewa makan orang karena minak pati pejurit anak raja tulang bawang yang diperkirakan terletak dipagar dewa.
Sampai disini dulu cerita ke cerita masyarakat yang turun temurun yang dapat dipaparkan warei sebenernya masih berlanjut sampai kecikal bakal tradisi pernikahan larian orang lampung.
"Lamen wat salah kata jamo salah makno ekam sai modou kiloeu mahap jamo sekam segalou"
Tabikpun.
Note : untuk cerita selanjutnya dengan syarat share dan pembaca 100 viewrs, disini penulis hanya menulis cerita dari masyarakat secara turun temurun dan dengan penulisan selanjutnya hanya tujuan untuk melestarikan dan mengembangkan sejarah kebudayaan lampung.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Gambar tangga raja-refrensi pihak ke3. Kiyaisejarahwan - Cerita-cerita masyrakat menjadikan sebuah misteri serta histori, begitu halnya...
-
Kiyaisejarahwan - Menurut buku pri kehidupan Nabi Muhammad S.A.W karangan Zainal Arifin Abbas hal. 626 menerangkan dalam bukunya bahwa b...
-
Siger pepadun dan sebatin Kiyaisejarahwan- Adat merupakan suatu peraturan yang mengatur pergaulan dari suatu kelompok atau suku dala...

No comments:
Post a Comment